MEKANISME TRANSPOR ZAT MELALUI
MEMBRAN
Transportasi Melalui Membran Sel - Organisme multiseluler mempunyai sistem
transportasi di dalam tubuhnya. Transportasi ini melibatkan sel atau membran
sel yang memiliki ketebalan 5 - 10 nm (nano meter; 1 nm =1 × 10-9m).
Cara zat
melewati membran sel melalui beberapa mekanisme berikut.
1. Transpor Pasif
Transpor pasif merupakan perpindahan zat
yang tidak memerlukan energi. Perpindahan zat ini terjadi karena perbedaan
konsentrasi antara zat atau larutan. Transpor pasif melalui peristiwa difusi,
osmosis, dan difusi terbantu.
a.
Difusi
Proses ini merupakan perpindahan molekul
larutan berkonsentrasi tinggi menuju larutan berkonsentrasi rendah tanpa
melalui selaput membran.
A.Difusi
sederhana dari molekul hidrofilik yang besarnya lebih dari 7 - 8 Å (Å =
angstrom = 10-10 m) hampir tidak dapat berlangsung karena terhalang oleh
membran sel, tetapi molekul tersebut dapat masuk ke dalam sel dengan cara
difusi terbantu
B.Difusi
terbantu tergantung pada suatu mekanisme transpor khusus dari membran sel
seperti permease. Permease adalah suatu protein (enzim) membran sel yang akan
memberi jalan bagi ion dan molekul polar tidak bermuatan agar dapat melintasi
dua lapisan lipid hidrofobik dari membran sel. Difusi
terbantu dapat ditemui pada kehidupan sehari-hari, misalnya pada bakteri Escherichia
coli yang diletakkan pada media laktosa. Membran sel bakteri tersebut
bersifat impermeabel sehingga tidak dapat dilalui oleh laktosa. Setelah
beberapa menit kemudian bakteri akan membentuk enzim dari dalam sel yang
disebut permease, yang merupakan suatu protein sel. Enzim permease
inilah yang akan membuatkan jalan bagi laktosa sehingga laktosa ini dapat masuk
melalui membran sel.
Contoh difusi

Contoh lain proses difusi adalah saat kita
membuat minuman sirup. Sirup yang kita larutkan dengan air akan bergerak dari
larutan yang konsentrasinya tinggi ke larutan yang konsentrasinya rendah.
Pada hakikatnya, osmosis merupakan suatu proses difusi. Osmosis adalah
difusi dari tiap pelarut melalui suatu selaput yang permeabel secara
diferensial. Pelarut universal adalah air.
Jadi, dapat dikatakan
bahwa osmosis adalah difusi air melalui selaput yang permeabel secara
diferensial dari pelarut berkonsentrasi tinggi (banyak air) ke pelarut yang
berkonsentrasi rendah (sedikit air). Proses osmosis akan berhenti jika
konsentrasi di dalam dan di luar sel telah seimbang
Bila sel memiliki konsentrasi zat
terlarut lebih tinggi (sedikit air atau hipertonik) daripada di luar sel, maka
air yang ada di luar sel akan masuk ke dalam sel.
Transpor aktif merupakan gerakan ion dan molekul melawan suatu gradien
konsentrasi dengan menggunakan energi untuk masuk atau keluar sel melalui
membran sel. Adanya muatan listrik di
dalam dan luar sel dapat mempengaruhi proses ini, misalnya ion K+,
Na+dan Cl+. Peristiwa transpor aktif dapat dilihat pada
peristiwa masuknya glukosa ke dalam sel melewati membran plasma dengan
menggunakan energi yang berasal dari ATP
4. Endositosis
Endositosis merupakan peristiwa pembentukan
kantong membran sel. Endositosis terjadi karena ada transfer larutan
atau partikel ke dalam sel. Peristiwa endositosis dibedakan menjadi dua,
yaitu sebagai berikut.
1)
Pinositosis
Pinositosis merupakan peristiwa masuknya
sejumlah kecil medium kultur dengan membentuk lekukan-lekukan membran sel.
Peristiwa ini dapat terjadi bila konsentrasi protein dan ion tertentu pada
medium sekeliling sel sesuai dengan konsentrasi di dalam sel. Proses
pinositosis dapat diamati dengan mikroskop elektron. Sel-sel yang melakukan proses
pinositosis ini antara lain sel darah putih, epitel usus, makrofag hati, dan
lain-lain.
Tahapan
proses pinotosis adalah sebagai berikut.

Keterangan gambar:
1.
Molekul-molekul medium kultur mendekati membran sitoplasma.
2.
Molekul-molekul mulai melekat (menempel) pada plasma, hal ini terjadi karena
adanya konsentrasi yang sesuai antara protein dan ion tertentu pada medium
sekeliling sel dengan di dalam sel.
3. Mulai
terbentuk invaginasi pada membran sitoplasma.
4.
Invaginasi semakin ke dalam sitoplasma.
5.
Terbentuk kantong dalam sitoplasma dan saluran pinositik.
6.
Kantong mulai lepas dari membran plasma dan membentuk gelembunggelembung
kantong.
7.
Gelembung-gelembung kantong mulai mempersiapkan diri untuk melakukan
fragmentasi.
8.
Gelembung pecah menjadi gelembung yang lebih kecil.
2)
Fagositosis
Fagositosis merupakan peristiwa yang sama
seperti pada pinositosis tetapi terjadi pada benda padat yang ukurannya lebih
besar. Fagositosis dapat diamati dengan mikroskop misalnya yang terjadi
pada Amoeba.
5. Eksositosis
Eksositosis adalah proses
keluarnya suatu zat ke luar sel. Proses ini dapat dilihat pada proses kimia
yang terjadi dalam tubuh kita, misalnya proses pengeluaran hormon tertentu. Semua proses sekresi dalam tubuh merupakan
proses eksositosis. Sel-sel yang mengeluarkan protein akan berkumpul di dalam
badan golgi. Kantong yang berisi protein akan bergerak ke arah permukaan sel
untuk mengosongkan isinya.
Wynn casino says it will pay $26m for injured workers - Drm
BalasHapusThe casino said it will pay 제천 출장안마 $26 million 공주 출장샵 for 나주 출장마사지 injured 천안 출장안마 workers at Wynn Las Vegas when employees from inside 경상남도 출장마사지 the Wynn Las Vegas casino were injured.